Kalkulator Pembagi Tegangan

Hitung dengan mudah tegangan keluaran, resistansi, atau arus pada pembagi tegangan yang dibebani maupun tidak dibebani. Termasuk rumus, diagram rangkaian, dan aplikasi umum.

Diagram Rangkaian

10V
R1 1kΩ
R2 1kΩ
GND
5.00V

Tegangan Output (Vout)

5.000 V

Arus

5.000 mA

Hambatan Total

2.000 kΩ

Daya Total

50.000 mW

Apa itu Pembagi Tegangan?

Pembagi tegangan (voltage divider) adalah rangkaian elektronik sederhana namun mendasar yang mengubah tegangan tinggi menjadi lebih rendah. Dengan hanya menggunakan dua resistor yang disusun secara seri, rangkaian ini menghasilkan tegangan output yang merupakan sebagian kecil dari tegangan input. Rangkaian ini adalah komponen utama dalam elektronika untuk membuat tegangan referensi, membaca sensor, dan banyak lagi.

Rumus Utama

Tegangan output (Vout) dari pembagi tegangan tanpa beban ditentukan oleh rumus berikut:

Vout = Vin * ( R2 / (R1 + R2) )

Cara Kerja

Prinsipnya didasarkan pada Hukum Ohm. Dua resistor, R1 dan R2, dihubungkan secara seri ke sumber tegangan input (Vin). Karena disusun seri, arus yang mengalir melalui kedua resistor tersebut adalah sama.

  • Hambatan total rangkaian adalah R1 + R2.
  • Arus (I) yang mengalir: I = Vin / (R1 + R2).
  • Penurunan tegangan pada R2 adalah Vout = I * R2.
  • Dengan menggabungkan rumus tersebut, kita mendapatkan rumus pembagi tegangan standar.

Efek Pembebanan

Ketika Anda menghubungkan beban (diwakili oleh resistor beban RL) ke output pembagi tegangan, perilaku rangkaian akan berubah. Resistor beban menjadi paralel dengan R2.

Kombinasi ini menciptakan hambatan ekivalen baru untuk bagian bawah pembagi. Rumusnya menjadi:

Vout = Vin * ( R_eq / (R1 + R_eq) )

dimana R_eq = (R2 * RL) / (R2 + RL)

Biasanya, Vout akan turun saat diberi beban. Agar pembagi tegangan tetap efektif, hambatan beban (RL) harus jauh lebih besar (minimal 10x lipat) daripada R2.

Aplikasi Umum

  • Membaca Sensor: Banyak sensor seperti LDR (sensor cahaya) atau termistor (sensor suhu) adalah resistor variabel. Pembagi tegangan mengubah perubahan hambatan menjadi perubahan tegangan yang dapat dibaca oleh ADC mikrokontroler.
  • Level Shifting: Menghubungkan sinyal tegangan tinggi (misal 5V) ke input tegangan rendah (misal 3.3V) secara aman dengan menurunkan skala tegangan.
  • Tegangan Referensi: Menghasilkan tegangan yang stabil dan diketahui untuk komponen seperti op-amp atau ADC.

Dibuat untuk tujuan edukasi dan pengembangan.

Alat PCB Terkait

Scroll to Top

Penawaran Seketika

Instant Quote