Kalkulator Lebar Jalur PCB

Selamat datang di Kalkulator Lebar Jalur PCB! Alat ini membantu Anda menentukan lebar jalur tembaga yang optimal untuk desain PCB Anda, sehingga memastikan jalur tersebut dapat mengalirkan arus yang ditentukan dengan aman tanpa melebihi kenaikan suhu yang diinginkan. Dengan memasukkan panjang jalur, kami juga dapat memperkirakan parameter listrik utama seperti resistansi, penurunan tegangan, dan kerugian daya, yang sangat penting untuk kinerja sirkuit yang efisien.

Harap diperhatikan bahwa hasil ini didasarkan pada rumus standar IPC-2221 dan bersifat perkiraan; kinerja aktual dapat bervariasi tergantung pada aplikasi spesifik Anda. Untuk lapisan internal, Anda kemungkinan memerlukan jalur yang lebih lebar dibandingkan dengan jalur permukaan, jadi pastikan untuk memilih perhitungan yang sesuai berdasarkan kebutuhan desain Anda.

Nilai Input:

ℹ️
Arus maksimum yang akan dialirkan melalui jalur (trace).
ℹ️
Ketebalan lapisan tembaga pada PCB.
ℹ️
Panjang jalur (trace) pada PCB.
ℹ️
Peningkatan suhu di atas level ambien yang diizinkan.
ℹ️
Suhu lingkungan sekitar tempat PCB akan beroperasi.
3D PCB Trace Structure with Copper T – Trace Length, Width Labeled
3D PCB Trace Structure with Copper T – Trace Length, Width Labeled

Hasil Lapisan Internal (Internal Layer):

Ω
V
W

Hasil Lapisan Eksternal (External Layer):

Ω
V
W

Memahami Standar IPC-2221

IPC-2221 (dan versi terbarunya, IPC-2221A) merupakan standar yang diakui industri untuk desain PCB. Standar ini menyediakan rumus empiris untuk menghitung lebar jalur berdasarkan faktor-faktor berikut:
 
  • Kapasitas Arus: Arus maksimum yang dapat dialirkan oleh jalur tanpa menyebabkan panas berlebih.
  • Kenaikan Suhu: Peningkatan suhu akibat arus yang mengalir melalui jalur.
  • Ketebalan Tembaga: Lapisan tembaga yang lebih tebal dapat menangani arus yang lebih besar.
  • Jenis Lapisan: Lapisan eksternal lebih efektif dalam melepaskan panas dibandingkan lapisan internal.
Kapasitas arus mengacu pada arus maksimum yang dapat dialirkan oleh sebuah konduktor (seperti jalur PCB) dengan aman tanpa menghasilkan panas berlebih atau menyebabkan kerusakan. Hal ini terutama bergantung pada faktor-faktor berikut:

 

  • Bahan Konduktor: Bahan konduktor yang berbeda memiliki resistivitas yang berbeda pula. Misalnya, tembaga adalah bahan konduktor yang umum digunakan dalam PCB karena memiliki resistivitas yang relatif rendah, sehingga memungkinkan konduktor tersebut menghantarkan arus yang lebih besar dengan luas penampang yang lebih kecil.
  • Luas Penampang Konduktor: Semakin besar luas penampang, semakin rendah resistansi konduktor, dan semakin besar arus yang dapat ditanggungnya. Hal ini karena luas penampang yang lebih besar menyediakan lebih banyak jalur bagi elektron untuk mengalir, mengurangi tabrakan antara elektron dan atom, dan dengan demikian menurunkan resistansi.
  • Kondisi Pembuangan Panas: Kondisi pembuangan panas yang baik dapat secara efektif membuang panas yang dihasilkan oleh konduktor, sehingga meningkatkan kapasitasnya dalam mengalirkan arus. Misalnya, dalam desain PCB, lapisan pembuangan panas dan jalur termal dapat ditambahkan untuk meningkatkan pembuangan panas.
Ketika arus listrik mengalir melalui suatu konduktor, akibat resistansi konduktor tersebut, panas dihasilkan, sehingga suhu konduktor meningkat. Kenaikan suhu mengacu pada peningkatan suhu konduktor relatif terhadap suhu lingkungan. Besarnya kenaikan suhu terutama bergantung pada faktor-faktor berikut:

 

  • Besarnya Arus: Menurut hukum Joule (di mana adalah panas, adalah arus, adalah resistansi, dan adalah waktu), semakin besar arus, semakin banyak panas yang dihasilkan, dan semakin tinggi kenaikan suhunya.
  • Resistansi Konduktor: Semakin tinggi resistansi, semakin banyak panas yang dihasilkan pada arus yang sama, sehingga kenaikan suhu menjadi lebih tinggi.
  • Kondisi Pembuangan Panas: Kondisi pembuangan panas yang baik memungkinkan panas terbuang lebih cepat, sehingga mengurangi kenaikan suhu.

IPC - 2221 Rumus:

Berdasarkan standar IPC-2221, rumus-rumus utamanya adalah sebagai berikut:

Luas Penampang:
A = I k ΔT b
Variabel:

A: Luas penampang (mm²)
I: Arus (Ampere)
k: Konstanta bahan
0,024 untuk lapisan dalam
0,048 untuk lapisan luar
ΔT: Kenaikan suhu (°C)
b: Eksponen empiris (0,44 untuk ΔT ≤ 100°C)

Lebar Jejak yang Diperlukan (W):
W = A T 1.378
Variabel:

W: Lebar jalur (mils)
A: Luas penampang dari Rumus 1 (mm²)
T: Ketebalan tembaga (oz/ft²)
1.378: Faktor konversi imperial

Lebar Jalur Lapisan Dalam:

W = 0.048 I 0.44 T 0.725 ΔT 0.44

Lebar Jalur Lapisan Luar:

W = 0.024 I 0.44 T 0.725 ΔT 0.44
Perlawanan:
R = ρ L T W [ 1 + α ( t e m p 25 ) ]
Variabel:
  • R: Resistansi jalur (Ω)
  • ρ: Resistivitas tembaga
    • 1,72×10⁻⁸ Ω·m (standar)
    • 2,44×10⁻⁸ Ω·m @ 100°C
  • L: Panjang jalur (meter)
  • T: Ketebalan tembaga
    • 1 oz/ft² = 0,0347 mm
    • 2 oz/ft² = 0,0694 mm
  • W: Lebar jalur (meter)
  • α: Koefisien suhu
    • 0,00393/°C untuk tembaga
    • ≈ 3900 ppm/°C
  • temp: Suhu operasional (°C)
Penurunan Tegangan:
V = I R = I ρ L A
Variabel:
  • V: Penurunan tegangan (Volt)
  • I: Arus (Ampere)
  • ρ: Resistivitas tembaga
    • 1,72×10⁻⁸ Ω·m @ 20°C
    • Nilai sesudah penyesuaian suhu ditampilkan
  • L: Panjang jalur
    • Dalam meter (satuan SI)
    • 1 inci = 0,0254 m
Kehilangan Daya:
P = I 2 R
Variabel:
  • P: Disipasi daya
    • Satuan: Watt (W)
    • Kritis untuk manajemen termal
    • Batas maksimum ditentukan oleh bahan PCB
  • I: Arus
    • Satuan: Ampere (A)
    • Nilai RMS untuk sirkuit AC
    • Diperlukan pertimbangan nilai puncak
  • R: Resistansi jalur
    • Satuan: Ohm (Ω)
    • Dihitung dengan: R = ρL TW
    • Sifat yang bergantung pada suhu
Kondisi Lingkungan:
W adj = W ( 1 + RH 100 ) 0.25
Variabel:

Wadj: Lebar jalur yang disesuaikan
W: Lebar dasar dari Rumus 2
RH: Kelembapan relatif (%)
0.25: Eksponen faktor lingkungan

Penurunan Persamaan IPC-2221

IPC-2221 adalah standar umum untuk desain papan sirkuit cetak (PCB). Rumus untuk menghitung lebar jalur pada standar ini disusun berdasarkan data eksperimental dan analisis teoretis.

Prinsip Dasar

Penurunan persamaan ini didasarkan pada prinsip kesetimbangan termal konduktor, yaitu panas yang dihasilkan oleh konduktor sama dengan panas yang dilepaskan. Ketika konduktor mencapai kesetimbangan termal, kenaikan suhunya tetap stabil.

Proses Derivasi

Langkah 1: Pembangkitan Panas


Menurut hukum Joule, ketika arus I mengalir melalui konduktor dengan resistansi R, panas yang dihasilkan per satuan waktu Pgen diberikan oleh rumus:

P gen = I 2 R

Langkah 2: Disipasi Panas


Disipasi panas terutama terjadi melalui konveksi dan radiasi. Untuk jalur PCB, konveksi adalah metode disipasi panas utama. Daya disipasi panas konvektif Pdiss dapat dinyatakan sebagai:

P diss = h A Δ T

di mana h adalah koefisien perpindahan panas konvektif, A adalah luas disipasi panas konduktor, dan ΔT adalah kenaikan suhu.


Langkah 3: Keseimbangan Termal


Ketika keseimbangan termal tercapai, panas yang dihasilkan sama dengan panas yang didisipasikan, sehingga kita memperoleh:

P gen = P diss

Mensubstitusikan ekspresi untuk Pgen dan Pdiss, kita mendapatkan I2R=hAΔT.


Perhitungan Resistansi


Resistansi konduktor R dihitung menggunakan rumus:

R = ρ l A c

di mana ρ adalah resistivitas konduktor, l adalah panjang konduktor, dan Ac adalah luas penampang konduktor.


Langkah 5: Perhitungan Lebar Jalur


Mensubstitusikan R ke dalam persamaan keseimbangan termal dan setelah melalui serangkaian fitting data eksperimen serta koreksi, diperoleh rumus untuk menghitung lebar jalur W dalam IPC-2221.

Untuk jalur lapisan internal:

W = 0.048 × I 0.44 × T 0.725 Δ T 0.44

Untuk jalur lapisan eksternal:

W = 0.024 × I 0.44 × T 0.725 Δ T 0.44

di mana W adalah lebar jalur (dalam inci), I adalah arus (dalam ampere), T adalah ketebalan lapisan tembaga (dalam ons per kaki persegi), dan ΔT adalah kenaikan suhu (dalam derajat Celsius).

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Lebar Jalur

Meskipun standar IPC-2221 berfungsi sebagai landasan yang kokoh, ada beberapa faktor lain yang perlu dipertimbangkan:

Kondisi Lingkungan:

  • Ketinggian: Di ketinggian yang lebih tinggi, udara lebih tipis, sehingga mengurangi pelepasan panas.
  • Ruang Tertutup: Jalur di dalam ruang tertutup mungkin tidak mendingin secara efektif.
  • Lapisan pelindung: Lapisan ini dapat mengisolasi jalur dan memengaruhi perpindahan panas.

Sifat Bahan:

  • Resistivitas: Paduan tembaga yang berbeda memiliki resistivitas listrik yang berbeda.
  • Geometri Jalur: Jalur yang lebar dan pendek lebih efisien dalam mengalirkan arus.

Tujuan Desain:

  • Integritas Sinyal: Jalur yang sempit dapat menyebabkan ketidakcocokan impedansi pada sirkuit frekuensi tinggi.
  • Integritas Daya: Jalur yang tebal sangat penting untuk meminimalkan penurunan tegangan pada jaringan penyaluran daya.

Bagaimana Cara Menggunakan Kalkulator dengan Efektif?

  1. Tentukan Persyaratan Desain Anda: Tentukan arus maksimum, kenaikan suhu, dan lingkungan pengoperasian.
  2. Parameter Masukan: Masukkan nilai-nilai ke dalam kalkulator. Gunakan mode “Lanjutan” untuk perhitungan terperinci.
  3. Tinjau Hasil: Periksa lebar jalur dan parameter listrik. Sesuaikan input jika diperlukan.
  4. Validasi dengan Pabrikan Anda: Konfirmasikan hasilnya dengan pabrikan PCB Anda untuk memastikan kelayakan produksi.

Memakai kalkulator lebar jalur PCB tanpa mengurangi kebutuhan tembaga

Kalkulator lebar jalur PCB memperkirakan penampang tembaga yang diperlukan untuk membawa arus tertentu pada kenaikan suhu yang diizinkan. Hasilnya bergantung pada arus, ketebalan akhir tembaga, lapisan dalam atau luar, serta asumsi termal model yang dipilih. Angka tersebut adalah titik awal desain, bukan persetujuan otomatis: suhu dalam enclosure, tembaga di sekitar, plane, via, siklus kerja, toleransi manufaktur, dan suhu konduktor yang diperbolehkan dapat mengubah lebar yang dibutuhkan.

  • Masukkan arus terburuk: gunakan arus kontinu atau RMS sesuai kondisi dan nilai pulsa singkat secara terpisah.
  • Pilih lapisan sebenarnya: konduktor internal dan eksternal melepas panas secara berbeda; jangan saling menukar hasilnya.
  • Gunakan tebal tembaga akhir: pastikan foil dasar dan pelapisan kepada fabrikator, bukan sekadar mengasumsikan berat nominal.
  • Periksa dampak listrik: hitung resistansi dari panjang dan suhu, kemudian tinjau kehilangan tegangan serta disipasi daya.
  • Tambahkan margin teknik: validasi jalur kritis memakai panduan IPC, analisis termal, pengukuran prototipe, dan batas fabrikasi.

Pertanyaan Umum dan Jawabannya

T: Apakah saya bisa menggunakan kalkulator ini untuk desain tegangan tinggi?

A: Ya, tetapi perhatikan juga standar keselamatan seperti IPC-2221 terkait jarak rambat dan jarak bebas.

A: Gunakan kalkulator untuk setiap lapisan secara terpisah, dengan mempertimbangkan sifat termal masing-masing lapisan.

A: Kalkulator ini hanya memberikan perkiraan. Selalu lakukan simulasi termal untuk desain-desain yang kritis.

Alat PCB Terkait

Scroll to Top

Instant Quote

Penawaran Seketika