Kalkulator
Rumus Impedansi Kabel Koaksial
Impedansi karakteristik bukanlah resistansi fisik kabel, melainkan impedansi dinamis yang dialami oleh sinyal yang merambat melaluinya. Nilainya bergantung pada geometri kabel dan bahan isolasinya. Rumusnya adalah:
| Variabel | Arti |
|---|---|
| \(Z_0\) | Impedansi karakteristik, dalam Ohm (\(\Omega\)) |
| \(D\) | Diameter dalam konduktor luar |
| \(D\) | Diameter konduktor dalam |
| \(\epsilon_r\) | Permitivitas relatif (konstanta dielektrik) isolator |
Catatan: Rumus ini didasarkan pada fungsi logaritmik di mana D dan d harus dalam satuan yang sama.
Cara Menggunakan Kalkulator - Panduan Langkah demi Langkah
Untuk hasil yang akurat, Anda perlu mengukur secara tepat diameter konduktor dalam (d) dan diameter dalam pelindung luar (D) . Lihat diagram di bawah ini:
Anda juga perlu memasukkan permitivitas relatif (εᵣ) dari bahan isolasi kabel. Berikut tabel nilai-nilai umum:
| Bahan | Permitivitas Relatif |
|---|---|
| Udara | \(\epsilon_r = 1.0\) |
| Polietilen Berbusa | \(\epsilon_r = 1.6\) |
| PTFE | \(\epsilon_r = 2.1\) |
| Polietilen | \(\epsilon_r = 2.3\) |
| PVC | \(\epsilon_r = 3.0\) |
Jenis dan Impedansi Kabel Koaksial Umum
Berikut adalah tabel kabel koaksial umum beserta impedansi standar dan aplikasi tipikalnya:
| Jenis Kabel | Impedansi | Aplikasi Umum |
|---|---|---|
| RG-6 | \(75\ \Omega\) | TV Kabel, TV Satelit |
| RG-58 | \(50\ \Omega\) | Radio Amatir, WiFi, Peralatan Uji RF |
| RG-59 | \(75\ \Omega\) | Pengawasan Video CCTV, Video Analog |
| RG-213 | \(50\ \Omega\) | Transmisi RF Daya Tinggi, Komunikasi Siaran |
| LMR-400 | \(50\ \Omega\) | Komunikasi Nirkabel, GPS, Jaringan Seluler |
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Impedansi 50 Ohm dianggap ideal untuk aplikasi RF daya tinggi, karena memberikan keseimbangan yang baik antara kemampuan penanganan daya dan kerugian yang rendah. Impedansi 75 Ohm dianggap ideal untuk transmisi sinyal video (seperti CATV dan satelit) karena meminimalkan pelemahan sinyal.
Resistansi adalah hambatan yang dihadapi oleh arus searah (DC). Impedansi, di sisi lain, adalah total hambatan terhadap sinyal arus bolak-balik (AC), yang meliputi resistansi dan reaktansi (disebabkan oleh kapasitansi dan induktansi). Pada kabel koaksial, impedansi adalah sifat sinyal AC, sedangkan resistansi adalah sifat DC dari kabel itu sendiri.
Ketika impedansi sumber, kabel, dan beban cocok, energi sinyal ditransfer dari sumber ke beban dengan efisiensi maksimum. Jika terjadi ketidakcocokan impedansi, sebagian energi sinyal akan dipantulkan kembali ke sumber, menyebabkan kehilangan sinyal (juga dikenal sebagai return loss) dan gelombang berdiri.







