Pilih Jenis Attenuator
Peredam Pi (Π)
Attenuator adalah perangkat elektronik pasif yang mengurangi daya sinyal tanpa mendistorsi bentuk gelombangnya secara signifikan. Pada dasarnya, attenuator adalah jaringan resistor yang dirancang untuk menurunkan level sinyal dengan jumlah tertentu, biasanya diukur dalam desibel (dB). Attenuator sangat penting dalam aplikasi frekuensi radio (RF) dan audio untuk mencocokkan impedansi, mencegah kelebihan beban sinyal, dan memperluas rentang dinamis peralatan pengukuran.
Perhitungan didasarkan pada rumus standar. Misalkan A adalah redaman dalam dB dan Z₀ adalah impedansi sistem.
Untuk (Π) Rumus:
R1 = Z₀ * (10^(A/20) + 1) / (10^(A/20) - 1)
R2 = (Z₀/2) * (10^(A/10) - 1) / 10^(A/20)
Rumus T:
R1 = Z₀ * (10^(A/20) - 1) / (10^(A/20) + 1)
R2 = 2 * Z₀ * 10^(A/20) / (10^(A/10) - 1)
Rumus Bridged-T:
R1 = Z₀
R2 = Z₀ * (10^(A/20) - 1)
R3 = Z₀ / (10^(A/20) - 1)
Topologi Attenuator Umum
Peredam Pi (Π)
Dinamakan demikian karena kemiripannya dengan huruf Yunani Π, konfigurasi ini memiliki satu resistor seri dan dua resistor paralel. Ini adalah rangkaian tidak seimbang yang umum digunakan untuk pencocokan impedansi antara impedansi sumber dan beban yang tidak sama.
Peredam T
T-pad terdiri dari dua resistor seri dan satu resistor paralel ke ground. Seperti attenuator Pi, T-pad tidak seimbang. T-pad sering digunakan dalam aplikasi RF dan memberikan solusi atenuasi serbaguna yang baik.
Peredam T-Jembatan
Ini adalah T-pad yang dimodifikasi yang mempertahankan impedansi konstan di berbagai rentang frekuensi, sehingga ideal untuk attenuator variabel. T-pad ini menggunakan empat resistor dan menawarkan kinerja yang sangat baik dalam aplikasi frekuensi tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Desibel (dB) adalah satuan logaritmik yang digunakan untuk menyatakan perbandingan dua nilai besaran fisik, seringkali daya atau intensitas. Atenuasi 3dB berarti daya sinyal berkurang setengahnya, sedangkan atenuasi 10dB mengurangi daya menjadi sepersepuluh dari nilai aslinya. Ini adalah cara yang mudah untuk merepresentasikan perbandingan yang sangat besar atau sangat kecil dalam angka sederhana.
Impedansi sistem adalah impedansi karakteristik dari saluran transmisi atau sistem. Agar attenuator dapat bekerja dengan benar tanpa menyebabkan pantulan sinyal, impedansinya harus sesuai dengan impedansi sumber dan beban. Nilai umum adalah 50 Ohm untuk sebagian besar sistem RF dan 75 Ohm untuk sistem video dan TV kabel.
Pilihan tergantung pada aplikasinya. Attenuator Pi seringkali lebih disukai untuk pencocokan impedansi antara impedansi yang berbeda. Attenuator T sangat bagus untuk rangkaian serbaguna. Attenuator T-bridged paling cocok untuk aplikasi yang membutuhkan impedansi konstan pada rentang redaman variabel, seperti pada peralatan uji.
Input kalkulator atenuator Pi dan validasi resistor
Untuk kalkulator atenuator Pi resistif pasif, masukkan atenuasi sebagai insertion loss positif dalam dB dan tentukan impedansi acuan nyata pada kedua port. Bila impedansi sumber dan beban sama dengan Z0, gunakan K = 10^(AdB/20); jaringan ideal terdiri atas dua resistor shunt yang sama dan satu resistor seri.
- Pastikan topologi: jaringan Pi menempatkan satu shunt pada tiap port dan resistor seri di antaranya; menukarnya dengan jaringan T membuat nilai salah.
- Periksa kondisi impedansi: persamaan mengasumsikan terminasi nyata dan sama; impedansi tidak sama atau kompleks memerlukan sintesis berbeda.
- Hitung nilai ideal: gunakan
Rsh = Z0 × (K + 1) ÷ (K - 1)danRseri = Z0 × (K² - 1) ÷ (2K). - Validasi pembulatan: setelah memilih resistor tersedia, hitung ulang loss serta impedansi input dan output dengan port lawan diterminasi
Z0. - Tentukan rating: hitung disipasi tiap resistor pada input maksimum, terapkan derating suhu, dan perhitungkan parasitik kemasan serta layout pada RF.







