Kalkulator Hukum Ohm

Hitung tegangan, arus, resistansi, dan daya dengan mudah menggunakan kalkulator Hukum Ohm kami. Dilengkapi dengan roda daya yang berisi 12 rumus dan grafik hubungan VI yang interaktif.

Kalkulator Hukum Ohm

Masukkan dua nilai yang diketahui untuk menghitung dua nilai lainnya. Hasil akan diperbarui secara otomatis.

V
A
Ω
W

Memahami Hukum Ohm

Bagian ini memperkenalkan prinsip dasar Hukum Ohm yang menjelaskan hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan listrik.

Hukum Ohm menyatakan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar berbanding lurus dengan tegangan yang diterapkan. Ini adalah hukum paling mendasar dalam elektronika dan teknik listrik.

Rumus utamanya adalah:

V = I × R

  • V adalah Tegangan, diukur dalam Volt (V).
  • I adalah Arus, diukur dalam Ampere (A).
  • R adalah Hambatan, diukur dalam Ohm (Ω).
V
I R

Roda Rumus Daya

"Roda Rumus" ini adalah referensi lengkap yang memperluas rumus dasar V=IR untuk menyertakan Daya (P). Terdapat 12 rumus turunan untuk mencari variabel apa pun yang tidak diketahui.

Tegangan (V)

I × R

P / I

√(P × R)

Arus (I)

V / R

P / V

√(P / R)

Hambatan (R)

V / I

P / I²

V² / P

Daya (P)

V × I

I² × R

V² / R

Visualisasi Interaktif

Grafik ini menunjukkan Hukum Ohm secara langsung. Dengan menggeser slider hambatan, Anda dapat melihat bagaimana hubungan linier antara tegangan dan arus berubah.

Dibuat untuk tujuan pendidikan dan pengembangan.

Hukum Ohm untuk rangkaian paralel dengan pemeriksaan daya

Dalam jaringan paralel semua cabang berbagi tegangan; perhitungan memakai setiap resistansi dan jumlah arus cabang. Untuk resistor berhingga, 1/Req = Σ(1/Rn), jadi resistansi ekuivalen harus lebih rendah daripada cabang terkecil. Cabang terbuka berarti resistansi tak hingga dan cabang nol ohm berarti korsleting, bukan masukan biasa. Sumber harus memberi Σ(V/Rn), sedangkan setiap resistor memerlukan rating tegangan dan daya di atas stres hitungan beserta margin termal.

  • Terapkan tegangan cabang: selesaikan V = IR secara terpisah pada setiap jalur.
  • Jumlahkan arus: arus sumber sama dengan jumlah aritmetis semua cabang.
  • Balikkan konduktansi: hitung resistansi ekuivalen dari nilai resiprokal tanpa pembulatan awal.
  • Tentukan rating resistor: periksa P = V²/R, toleransi, suhu, dan beban pulsa.
  • Ukur dengan aman: matikan jaringan dan kosongkan energi sebelum mengukur resistansi.

Alat PCB Terkait

Scroll to Top

Penawaran Seketika

Instant Quote