Papan Arduino Nano: Fitur, Konfigurasi Pin, Model, dan Tutorial Pemrograman

Daftar Isi

Arduino Nano merupakan pilihan populer bagi para pembuat, penggemar, dan insinyur yang membutuhkan mikrokontroler mumpuni untuk proyek elektronik mereka. Perangkat ini memiliki ukuran yang ringkas dan fleksibilitas yang tinggi. Baik Anda sedang mengembangkan aplikasi berbasis sensor yang sederhana maupun perangkat IoT yang lebih kompleks, Arduino Nano menyediakan semua fitur penting dalam bentuk yang portabel dan mudah digunakan. Dalam artikel ini, kami akan memperkenalkan fitur-fiturnya, spesifikasi, diagram pin, serta tutorial pemrogramannya.

Apa itu Arduino Nano?

Arduino Nano adalah papan mikrokontroler yang ringkas dan serbaguna, yang memiliki performa tinggi meskipun ukurannya kecil. Dirancang agar dapat ditempatkan di ruang yang sempit, papan ini merupakan pilihan ideal untuk proyek-proyek yang mengutamakan ukuran, seperti perangkat yang dapat dikenakan, robotika, dan sistem tertanam. Berdasarkan mikrokontroler ATmega328P (pada Nano 3.0), Nano menawarkan 14 pin I/O digital (6 di antaranya dapat menghasilkan output PWM), 8 input analog, dan kecepatan clock 16 MHz. Tidak seperti papan Arduino yang lebih besar, papan ini terhubung melalui port USB Mini-B, sehingga sangat cocok untuk pembuatan prototipe berbasis papan percobaan tanpa perlu perangkat keras tambahan.

Arduino Nano Boards V3.0
Arduino Nano Boards V3.0

Fitur Utama dan Spesifikasi

  • Prosesor: ATmega328P (versi Nano 3.0)
  • Tegangan Operasi: 5V
  • Tegangan Masukan yang Direkomendasikan: 7–12V
  • Rentang Tegangan Masukan: 6–20V
  • Pin I/O Digital: 14 (6 di antaranya dapat digunakan untuk output PWM)
  • Pin Masukan Analog: 8
  • Arus DC per Pin I/O: 40mA
  • Memori Flash: 32KB
  • SRAM: 2 KB
  • EEPROM: 1 KB
  • Kecepatan Jam: 16 MHz
  • Antarmuka USB: Port USB Mini-B untuk pemrograman dan komunikasi

konfigurasi pin Arduino Nano

Arduino Nano dilengkapi dengan total 32 pin, yang masing-masing memiliki beberapa fungsi. Pin-pin ini dikelompokkan ke dalam tiga port utama: PortB, PortC, dan PortD. Berikut ini adalah uraian mengenai pin-pin penting dan fungsinya:

3561cc39f592f1f5a2672e0653f6bd2704807edf
Papan Nano V3.0 (Sumber Gambar: forum.arduino)
  • Pin 1 (RX) dan Pin 2 (TX): Ini adalah pin komunikasi serial, yang digunakan untuk menerima dan mengirim data antara Nano dan komputer host. Nano menggunakan chip CH340 untuk mengubah sinyal USB menjadi data serial TTL.
  • Pin 3: Pin reset, digunakan untuk mereset mikrokontroler.
  • Pin 4: Pin ground (GND).
  • Pin 5–16: Pin I/O digital; pin 5 dan 6 juga berfungsi sebagai pin interupsi eksternal.
  • Pin 17: Output daya 3,3V dari chip USB CH340, berguna untuk menyalakan sistem 3,3V.
  • Pin 18: AREF (Referensi Analog), digunakan untuk konversi analog ke digital. Biasanya, pin ini tidak digunakan kecuali Anda ingin menyediakan tegangan referensi eksternal.
  • Pin 19–26: Pin input analog (A0 hingga A7).
  • Pin 27: Pin daya dua arah, digunakan untuk menyuplai 5V ke perangkat eksternal atau menerima input dari sumber daya 5V eksternal.
  • Pin 28: Pin reset sistem.
  • Pin 29: Pin ground (GND).
  • Pin 30: Masukan daya eksternal (Vin), biasanya digunakan saat menyediakan daya eksternal melalui baterai atau adaptor DC.

Model Arduino Nano

Ada beberapa varian Arduino Nano, yang masing-masing cocok untuk jenis proyek yang berbeda. Berikut ini adalah ulasan mengenai model-model utama dan spesifikasinya:

Arduino Nano ESP32

Arduino Nano ESP32 adalah papan yang tangguh berbasis mikrokontroler ESP32, yang menawarkan pemrosesan dual-core, memori yang lebih besar, dan kemampuan nirkabel terintegrasi (Wi-Fi dan Bluetooth), sehingga cocok untuk aplikasi IoT dan proyek-proyek yang lebih menuntut.

Papan Arduino Nano ESP32 (Sumber Gambar: store.arduino)
SpecificationDetails
MicrocontrollerESP32 (Dual-core 32-bit)
Clock Speed240 MHz
Flash Memory4 MB
SRAM520 KB
EEPROMNone
USB InterfaceMicro-USB
Wireless ConnectivityWi-Fi, Bluetooth
Special FeaturesBuilt for IoT applications, includes Wi-Fi and Bluetooth 4.2, more processing power, ideal for high-performance projects

Arduino Nano RP2040 Terhubung

Nano RP2040 Connect dirancang untuk aplikasi IoT, dilengkapi dengan dukungan Wi-Fi dan Bluetooth berkat chip Nina W102 ESP32 yang terintegrasi. Perangkat ini sangat cocok untuk perangkat terhubung dan pemantauan jarak jauh.

Papan Penghubung Arduino Nano RP2040 (Sumber Gambar: store.arduino)
SpecificationDetails
MicrocontrollerRaspberry Pi RP2040
Clock Speed133 MHz
Flash Memory16 MB Flash (external)
SRAM264 KB
EEPROMNone
Power Input5V via USB or external 5V input
Digital I/O Pins22 (3 PWM)
USB InterfaceMicro-USB
Wireless ConnectivityWi-Fi, Bluetooth (Nina W102 uBlox ESP32)
Special FeaturesBuilt for IoT, includes uBlox Nina W102 chip, ideal for wireless applications

Arduino Nano Setiap

Nano Every menawarkan kapasitas memori dan kemampuan I/O yang lebih besar dibandingkan dengan Nano standar, sehingga cocok untuk proyek-proyek yang lebih canggih. Perangkat ini tetap kompatibel dengan bentuk fisik Nano klasik.

Arduino Nano Every Board (Sumber Gambar: store.arduino)
SpecificationDetails
MicrocontrollerMicrochip ATMega4809
Clock Speed20 MHz
Operating Voltage5V
Digital I/O Pins14
Flash Memory48 KB
SRAM6 KB
EEPROM256 Bytes
USB InterfaceMicro-USB
Wireless ConnectivityNone
Special FeaturesCompatible with Arduino Nano form factor, improved memory, and speed

Arduino Nano 33 IoT

Nano 33 IoT dilengkapi dengan konektivitas nirkabel (Wi-Fi dan Bluetooth) dan dirancang untuk aplikasi IoT. Perangkat ini juga dilengkapi dengan akselerometer dan giroskop 6 sumbu, sehingga sangat cocok untuk proyek-proyek yang melibatkan pendeteksian gerakan.

Papan Arduino Nano 33 IoT (Sumber Gambar: store.arduino)
SpecificationDetails
MicrocontrollerMicrochip SAMD21G18A (Cortex-M0+)
Clock Speed48 MHz
Flash Memory256 KB
SRAM32 KB
EEPROMNone
Operating Voltage3.3V
Digital I/O Pins14
USB InterfaceMicro-USB
Wireless ConnectivityWi-Fi, Bluetooth (Nina W102 ESP32)
Special FeaturesBuilt for IoT, includes NINA W102 module, sensors, hardware encryption

Arduino Nano 33 BLE

Nano 33 BLE menawarkan konektivitas Bluetooth berdaya rendah, sehingga sangat cocok untuk perangkat yang dapat dikenakan, sensor kesehatan, dan aplikasi berbasis Bluetooth lainnya. Perangkat ini juga dilengkapi dengan sensor canggih seperti akselerometer 9 sumbu, giroskop, dan magnetometer.

Papan Arduino Nano 33 BLE (Sumber Gambar: store.arduino)
SpecificationDetails
MicrocontrollerNordic nRF52840 (Cortex-M4F)
Clock Speed64 MHz
Flash Memory1 MB
SRAM256 KB
Operating Voltage3.3V
Digital I/O Pins14
USB InterfaceMicro-USB
Wireless ConnectivityBluetooth 5.0 (U-blox NINA B306 module)
Special FeaturesLow power consumption, suitable for wearables, includes 9-axis sensor

Arduino Nano 33 BLE Sense

Nano 33 BLE Sense mirip dengan Nano 33 BLE, namun dilengkapi dengan sensor bawaan tambahan, termasuk sensor suhu, kelembapan, tekanan, cahaya, warna, pengenalan gerakan, dan mikrofon digital. Hal ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk aplikasi yang membutuhkan banyak sensor, termasuk pemantauan lingkungan dan perangkat yang dapat dikenakan.

Papan Arduino Nano 33 BLE Sense (Sumber Gambar: store.arduino)
SpecificationDetails
MicrocontrollerNordic nRF52840 (Cortex-M4F)
Clock Speed64 MHz
Flash Memory1 MB
SRAM256 KB
Operating Voltage3.3V
Digital I/O Pins14
USB InterfaceMicro-USB
Wireless ConnectivityBluetooth 5.0 (U-blox NINA B306 module)
Special FeaturesIncludes additional sensors for temperature, pressure, humidity, light, and gesture recognition

Memprogram Arduino Nano

Arduino Nano dapat diprogram menggunakan Arduino IDE, sama seperti papan Arduino lainnya. Papan ini sudah dilengkapi dengan bootloader, sehingga Anda tidak memerlukan programmer eksternal untuk mengunggah kode.

Langkah 1: Instal Arduino IDE

  • Unduh Arduino IDE:
    Kunjungi situs web resmi Arduino dan unduh versi terbaru Arduino IDE yang sesuai dengan sistem operasi Anda (Windows, macOS, atau Linux).

Arduino IDE 2.3.4
  • Instal IDE:
    Ikuti petunjuk instalasi untuk sistem operasi Anda. Setelah instalasi selesai, jalankan Arduino IDE.

Langkah 2: Tambahkan papan ATtiny ke Arduino IDE

Arduino IDE secara default tidak mendukung ATtiny85, jadi Anda perlu menambahkan papan ATtiny di Arduino IDE. Buka File->Preferensi dan masukkan URL pengelola papan tambahan:

http://drazzy.com/package_drazzy.com_index.json
Setting Boards Manager URLs on Arduino IDE
Setting Boards Manager URLs on Arduino IDE

Langkah 3: Pilih Papan Arduino Nano dan Port

Pilih papan Arduino Nano:

    • Buka Tools menu di bagian atas IDE.
    • Pilih Board > Arduino Nano.
    • Jika Anda menggunakan versi Nano tertentu (seperti Nano Every atau Nano 33 IoT), pilih versi yang sesuai dari daftar.
Select Arduino Nano Board
Select Arduino Nano Board

Pilih Prosesor yang Tepat:

      • Masih di Tools menu, buka Processor.
      • Untuk Arduino Nano standar (ATmega328P), pilih ATmega328P. Jika Anda menggunakan model Nano yang lebih baru seperti Arduino Nano Every, pilih prosesor yang sesuai.
Select ATmega328P Processor
Select ATmega328P Processor

Pilih Port Serial:

    • Di bawah Tools , buka Port dan pilih port tempat Arduino Nano Anda terhubung. Pada sebagian besar sistem, Arduino akan muncul sebagai sesuatu seperti COM3 (Windows) atau /dev/ttyUSB0 (Linux/macOS).
Select Serial Port
Select Serial Port

Instal Driver yang Diperlukan (opsional):

Jika Anda menggunakan Arduino Nano 3.0 dengan chip CH340 USB-to-Serial, Anda mungkin perlu menginstal driver tambahan agar sistem Anda dapat mengenali Nano dengan benar.

Langkah 4: Hubungkan ATtiny85 ke Arduino Nano

ATtiny85 PinArduino Nano Pin
Pin 8 (VCC)5V
Pin 4 (GND)GND
Pin 1 (RESET)D10
Pin 5 (MOSI)D11
Pin 6 (MISO)D12
Pin 7 (SCL)D13
Wiring ATtiny 85 and Arduino Nano Board
Wiring ATtiny 85 and Arduino Nano Board

Langkah 5: Tulis Program Pertama Anda

Setelah semuanya siap, Anda bisa mulai menulis kode. Berikut ini contoh program klasik "Blink" yang membuat LED yang terhubung ke pin 13 berkedip.

Buka File menu dan pilih Examples > 01.Basics > Blink. Ini akan memuat program sederhana yang membuat LED berkedip.

Select Built in Examples for Arduino Nano
Select Built-in Examples for Arduino Nano

Kemudian tambahkan kode seperti ini:

				
					void setup() {
  pinMode(13, OUTPUT);  // Set pin 13 as an output
}

void loop() {
  digitalWrite(13, HIGH);  // Turn the LED on
  delay(1000);              // Wait for one second
  digitalWrite(13, LOW);   // Turn the LED off
  delay(1000);              // Wait for one second
}

				
			

Penjelasan:

  • setup(): Fungsi ini dijalankan sekali saat program dimulai. Fungsi ini menetapkan pin 13 sebagai output.
  • loop(): Fungsi ini berjalan berulang-ulang. Fungsi ini menyalakan dan mematikan LED setiap detik.

Langkah 6: Unggah kode ke Arduino Nano Anda

Sebelum mengunggah kode Blink, pastikan Anda telah menghubungkan Arduino Nano ke komputer menggunakan kabel USB.

    • Di Arduino IDE, klik tombol Unggah (ikon panah kanan) di pojok kiri atas jendela. Ini akan mengompilasi kode Anda dan mengunggahnya ke Arduino Nano.
Upload Blink Code to Arduino Nano Board
Upload Blink Code to Arduino Nano Board
  • Setelah proses pengunggahan selesai, LED Onboard (yang terhubung ke pin 13) pada Arduino Nano seharusnya mulai berkedip, menandakan bahwa program telah berhasil diunggah.

Kesimpulan

Arduino Nano adalah papan sirkuit yang serbaguna dan ringkas, ideal untuk berbagai proyek elektronik. Baik Anda sedang mengerjakan sistem tertanam berskala kecil maupun perangkat IoT, ukuran Nano yang mungil, dipadukan dengan fitur-fitur canggih seperti pin I/O digital, input analog, dan dukungan terhadap berbagai protokol komunikasi, menjadikannya alat yang sangat berguna baik bagi pemula maupun pembuat perangkat berpengalaman. Beragam varian Arduino Nano, termasuk model dengan Wi-Fi, Bluetooth, dan sensor tambahan, memberikan fleksibilitas yang lebih besar untuk berbagai macam aplikasi.

Berlangganan

Daftar ke milis kami untuk mendapatkan pembaruan blog bulanan, berita teknologi, dan studi kasus. Kami tidak akan pernah mengirimkan spam, dan Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.

Scroll to Top

Instant Quote