Pengantar Kartu SIM: Cara Kerjanya dalam Teknologi Modern

Daftar Isi

Apa itu Kartu SIM?

Kartu SIM (Subscriber Identity Module) adalah kartu sirkuit terpadu yang digunakan dalam sistem GSM untuk mengidentifikasi pengguna ponsel. Kartu ini memungkinkan jaringan GSM mengenali pelanggan, dan kartu SIM yang sama dapat digunakan di berbagai ponsel. Tanpa kartu SIM, ponsel GSM tidak dapat terhubung ke jaringan.

Pada dasarnya, kartu SIM mewakili identitas resmi perangkat seluler, mirip dengan kartu identitas. Kartu ini memungkinkan ponsel dan perangkat pintar lainnya untuk mengakses jaringan komunikasi dan layanan operator.

Untuk apa kartu SIM digunakan?

Kartu SIM dapat diklasifikasikan berdasarkan penggunaannya menjadi kartu SIM biasa dan kartu SIM IoT (Internet of Things).

  • Kartu SIM biasa digunakan oleh konsumen individu untuk kegiatan seperti melakukan panggilan telepon dan mengakses layanan internet seluler.
  • Kartu SIM IoT dirancang untuk komunikasi antar perangkat IoT. Kartu-kartu ini berfokus pada transmisi data dan tidak dapat digunakan untuk panggilan telepon.

Kartu SIM IoT tersedia dalam dua jenis:

  • Kartu SIM IoT Standar: Terbuat dari bahan yang serupa dengan kartu SIM biasa.
  • Kartu SIM IoT Industri (Kartu MP): Dibuat dari bahan canggih seperti plastik cetakan injeksi atau keramik, kartu ini lebih tahan lama dan cocok untuk lingkungan yang keras, serta menawarkan masa pakai yang lebih lama.

Jenis-jenis Kartu SIM

Ada tiga jenis kartu SIM yang umum:

  1. Mini-SIM (SIM Standar): 25 mm × 15 mm × 0,76 mm
  2. Micro-SIM: 15 mm × 12 mm × 0,76 mm
  3. Nano-SIM: 12,3 mm × 8,8 mm × 0,67 mm
Common types of SIM cards Mini SIM Micro SIM Nano SIM scaled
Realistic sim cards icon set with different types mini micro and nano sim vector illustration Image by macrovector on Freepik

Selain itu, ada juga eSIM (Embedded SIM), yang terintegrasi langsung ke dalam chip perangkat. Berbeda dengan kartu SIM konvensional, eSIM tidak perlu dimasukkan atau dilepas secara fisik, sehingga menawarkan fungsionalitas perangkat yang benar-benar bebas kartu. eSIM lebih awet, tahan aus, dan lebih mampu bertahan di lingkungan ekstrem.

eSIM card vs traditional SIM cards
eSIM card vs traditional SIM cards

Struktur Perangkat Keras Kartu SIM

Kartu SIM pada dasarnya adalah kartu chip yang dilengkapi dengan mikroprosesor, yang dirancang sesuai dengan standar ISO 7816. Kartu ini terbagi menjadi lima modul fungsional:
(ISO 7816 adalah standar antarmuka kartu pintar yang menetapkan karakteristik fisik, kelistrikan, dan komunikasi, beserta rangkaian instruksi dan aturan respons. Standar ini banyak digunakan untuk kartu bank, kartu identitas, kartu akses, dan kartu pintar lainnya, serta menyediakan landasan teknis yang terstandarisasi untuk pengembangan aplikasi dan integrasi sistem.)
Structure diagram and electrical pins of SIM cards
Structure diagram and electrical pins of SIM cards

Analisis Struktur

1. Mikroprosesor (CPU)

CPU merupakan inti dari kartu SIM, yang bertugas melakukan semua perhitungan dan operasi logika, seperti menjalankan algoritma enkripsi dan memproses data masukan/keluaran.

2. Memori Program (ROM)

ROM menyimpan informasi tetap pada kartu SIM, seperti sistem operasi dan aplikasi bawaan. Setelah ditulis, data tersebut tidak dapat diubah.

3. Memori Kerja (RAM)

RAM menyimpan data secara sementara selama operasi yang rumit atau saat memproses tugas.

EEPROM adalah ruang memori yang dapat ditulis ulang yang menyimpan informasi dinamis, seperti entri buku telepon, pesan SMS, dan kunci otentikasi pengguna. Kapasitas memori ini sering ditandai dengan "xxxK" pada kartu. Misalnya, "128K" berarti kapasitas penyimpanan EEPROM adalah 128 KB.

5. Unit Komunikasi Serial

Unit ini merupakan satu-satunya saluran komunikasi antara kartu SIM dan peralatan seluler (ME), yang mendukung komunikasi serial setengah-duplex.

Pin Listrik Kartu SIM

Kontak pada kartu SIM mengikuti protokol ISO 7816-2, yang didefinisikan sebagai berikut:

ISO 7816-2 Protocol Table
ISO 7816-2 Protocol - SIM Card Contacts
ContactDescription
C1Power Supply (VCC)
C2Reset (RST)
C3Clock (CLK)
C4Reserved
C5Ground (GND)
C6Programming Voltage (VPP)
C7Input/Output (I/O)
C8Reserved

Sebagian besar kartu SIM memiliki delapan kontak, tetapi setidaknya lima di antaranya harus terhubung ke perangkat agar kartu tersebut dapat berfungsi dengan baik: VCC, GND, RST, CLK, dan I/O.

  • C1 (VCC): Kontak catu daya, dengan spesifikasi 1,2V, 1,8V, 3V, atau 5V. Sebagian besar kartu SIM modern menggunakan 1,8V atau 3V.
  • C2 (RST): Kontak sinyal reset.
  • C3 (CLK): Kontak sinyal clock, dengan rentang frekuensi 1–5 MHz, yang disediakan oleh perangkat terminal. Frekuensi ini harus tetap berada dalam kisaran ±10% dari frekuensi yang digunakan selama respons reset.
  • C4: Dicadangkan.
  • C5 (GND): Kontak ground.
  • C6 (VPP): Kontak tegangan pemrograman. Pada kartu berdaya 5V, ini berfungsi sebagai pin daya, tetapi pada kartu 1,8V dan 3V, biasanya tidak terhubung.
  • C7 (I/O): Satu-satunya saluran komunikasi antara kartu SIM dan perangkat terminal, yang mendukung komunikasi half-duplex dengan mode transmisi dan penerimaan.
  • C8: Dicadangkan.

Bagaimana Cara Kerja Kartu SIM?

Diagram Skematik Kartu SIM

Seperti yang terlihat pada skema rangkaian, kartu SIM menggunakan beberapa sinyal dan komponen utama untuk mendeteksi pemasangan dan memastikan komunikasi yang lancar dengan perangkat:

subscriber identity module SIM card circuit schematic diagram
subscriber identity module (SIM) card circuit schematic diagram

Catatan:

  • I/O: Port data dua arah untuk komunikasi.
  • CLK: Sinyal jam (3,25 MHz) untuk sinkronisasi.
  • RST: Sinyal reset, yang memulai proses reset kartu SIM.
  • VCC: Tegangan operasi, baik 1,8 V maupun 3 V.
  • VPP: Masukan tegangan pemrograman.
  • USIM_Presence: Pin deteksi kartu, digunakan untuk memeriksa apakah kartu SIM telah dimasukkan.

Saat kartu SIM terpasang, pin USIM_Presence terhubung ke casing logam perangkat, sehingga menghasilkan sinyal tegangan rendah. Saat tidak ada kartu yang terpasang, pin ditarik ke level tinggi oleh resistor yang terhubung ke catu daya.

Deteksi Kartu SIM dan Pendaftaran Jaringan (Standar ISO 7816)

Setelah kartu SIM dimasukkan ke dalam perangkat, proses pendeteksian dimulai:

  1. Pada waktu T0, CPU mengirimkan sinyal CLK untuk memulai komunikasi.
  2. Dalam 200 siklus jam, kartu SIM mengatur port I/O-nya ke mode penerima.
  3. CPU mempertahankan sinyal RST pada level rendah pada T0.
  4. Kartu SIM merespons dengan mengatur port I/O ke keadaan rendah setelah sekitar 400 hingga 40.000 siklus jam.

Proses ini memungkinkan perangkat mengenali kartu SIM dan membangun konektivitas jaringan.

Proses Pengaktifan dan Penonaktifan Kartu SIM

Proses Pengaktifan:

  1. Sinyal RST (reset) dijaga tetap rendah.
  2. VCC (tegangan) diterapkan.
  3. Port I/O diatur ke keadaan penerima.
  4. VPP diterapkan.
  5. Sinyal clock (CLK) yang stabil disediakan untuk sinkronisasi.

Proses Matikan Daya:

  1. Sinyal RST dipertahankan pada level rendah.
  2. Sinyal jam (CLK) dihentikan.
  3. VPP dimatikan.
  4. Port I/O diatur ke level rendah.
  5. VCC diputus.

Waktu Kartu SIM

Kartu SIM beroperasi pada frekuensi jam 3,25 MHz. Urutan operasinya mencakup beberapa langkah utama:

  • Aktivasi Kartu: Kartu SIM diinisialisasi oleh CPU perangkat, yang memulai sinyal jam (CLK) dan mereset kartu (RST).
  • Reset Dingin: Terjadi setelah kartu SIM dimasukkan dan dinyalakan.
  • Reset Hangat: Reset yang dikendalikan sistem tanpa mematikan daya kartu.
  • Transmisi Data: Kartu mengirimkan datanya sebagai respons terhadap sinyal jam, dan komunikasi ini disinkronkan dengan perangkat melalui interval waktu yang telah ditentukan.

Komunikasi Antara Kartu SIM dan Perangkat

Komunikasi antara kartu SIM dan perangkat mengikuti standar ISO 7816 serta protokol STK (SIM Application Toolkit). Komunikasi eSIM, khususnya, menggunakan perintah APDU sebagaimana didefinisikan dalam ISO 7816.

Protokol STK

STK (SIM Application Toolkit) adalah standar yang ditetapkan oleh GSM Association untuk mengembangkan dan menerapkan aplikasi pada kartu SIM. Standar ini memungkinkan kartu SIM berinteraksi dengan ponsel dengan mengirimkan perintah, seperti menampilkan menu, mengirim pesan SMS, atau melakukan panggilan.

Perintah APDU

APDU (Application Protocol Data Unit) adalah kumpulan perintah yang digunakan untuk operasi data eSIM, termasuk membaca, menghapus, menambahkan, dan memperbarui data, mengelola saluran logis, serta melaporkan kemampuan terminal.

Metode Komunikasi

Komunikasi antara kartu SIM dan perangkat dilakukan melalui pertukaran perintah dan data APDU antara sistem operasi kedua perangkat tersebut, sesuai dengan standar ISO 7816 dan protokol STK.

  • ISO 7816-3: Mendefinisikan sinyal listrik dan protokol transmisi, memastikan pertukaran data yang aman dan andal antara kartu SIM dan perangkat.
  • ISO 7816-4: Menentukan struktur perintah dan data, merinci bagaimana perintah seperti membaca dan menulis data atau memverifikasi PIN dijalankan pada kartu SIM.

Protokol STK dikembangkan berdasarkan ISO 7816-3 dan 7816-4, dengan menambahkan perintah yang disesuaikan untuk interaksi antara kartu SIM dan ponsel, sehingga memungkinkan operasi yang lebih kompleks dan komunikasi yang lancar.

Data yang Tersimpan di Kartu SIM

Data Statis:

  • ICCID: Nomor seri unik untuk kartu SIM.
  • IMSI: Identitas Pelanggan Seluler Internasional, digunakan untuk mengidentifikasi pelanggan dalam jaringan.
  • Kunci Otentikasi (Ki): Bekerja dengan algoritma enkripsi (A3, A5, A8) untuk keamanan.
  • Kode PIN/PUK: Melindungi kartu dan memungkinkan pembukaan kunci saat diperlukan.

Data Dinamis:

  • LAI: Identitas Area Lokasi, digunakan untuk melacak lokasi ponsel di dalam jaringan.
  • TMSI: Pengenal sementara untuk keamanan tambahan.
  • Kontak dan SMS: Data pengguna yang disimpan di SIM.

Proses Otentikasi

  • GSM (2G): Otentikasi satu arah, di mana jaringan memverifikasi identitas pengguna.
  • 3G & 4G: Otentikasi dua arah, dengan algoritma keamanan yang ditingkatkan dan penyimpanan kunci.
  • 5G: Memperkenalkan proses otentikasi yang lebih aman dengan komponen tambahan seperti AMF/SEAF dan UDM.

Perkembangan Kartu SIM

eSIM:

Sebuah terobosan besar, yaitu dengan menyematkan SIM secara langsung ke dalam chip perangkat. Hal ini menghilangkan kebutuhan akan kartu fisik sekaligus tetap memberikan fungsi yang sama.

Kartu SIM 5G Super:

Pada Februari 2021, diluncurkan sebuah kartu Super SIM berkapasitas 256 GB. Inovasi ini menawarkan kapasitas penyimpanan yang sangat besar, akses data berkecepatan tinggi, serta penyimpanan yang aman untuk data pribadi. Dengan sertifikasi keamanan tingkat tinggi, kartu ini berfungsi ganda sebagai kartu penyimpanan dan komunikasi, sehingga memungkinkan transfer data yang lebih cepat sekaligus menjaga keamanan komunikasi.

Top view of hand holding 5g sim card
5g sim card Image by freepik

Berlangganan

Daftar ke milis kami untuk mendapatkan pembaruan blog bulanan, berita teknologi, dan studi kasus. Kami tidak akan pernah mengirimkan spam, dan Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.

Scroll to Top

Instant Quote