Hitung VSWR
Pilih nilai yang diketahui untuk menghitung Rasio Gelombang Berdiri Voltase (VSWR), koefisien pantul, kehilangan balik (return loss), dan metrik terkait lainnya. Hasil akan diperbarui secara otomatis.
Hasil
VSWR
1.22 : 1
Sangat Baik
Kehilangan Balik
20.08 dB
Kehilangan Ketidakcocokan
0.04 dB
Daya Pantul
0.99%
Koef. Pemantulan (Γ)
0.10
Visualisasi VSWR ke Kehilangan Balik
Grafik ini memvisualisasikan hubungan antara VSWR dan Kehilangan Balik, berfungsi sebagai alat konversi waktu nyata. Hasil Anda saat ini disorot pada grafik. VSWR yang lebih rendah sesuai dengan Kehilangan Balik yang lebih tinggi, menunjukkan pencocokan impedansi yang lebih baik.
Dasar-dasar VSWR
Pelajari konsep inti di balik VSWR, mengapa ini merupakan parameter kritis dalam rekayasa frekuensi radio (RF), dan rumus yang digunakan untuk menghitungnya.
Apa itu Rasio Gelombang Berdiri Voltase (VSWR)?
VSWR adalah ukuran seberapa efisien daya radiofrekuensi ditransmisikan dari sumber, melalui jalur transmisi, ke beban (misalnya, dari amplifier daya, melalui kabel koaksial, ke antena). Ini adalah cara paling umum untuk mengekspresikan "ketidakcocokan impedansi", yang berhubungan langsung dengan "Kehilangan Balik" dan "Koefisien Pemantulan".
Dalam sistem ideal, 100% daya ditransmisikan. Namun dalam sistem nyata, sebagian daya dipantulkan kembali ke sumber karena ketidakcocokan impedansi. Gelombang maju dan pantul ini berinterferensi satu sama lain, menciptakan gelombang berdiri voltase sepanjang jalur transmisi.
VSWR adalah rasio antara voltase maksimum dan voltase minimum sepanjang garis ini. VSWR 1:1 menunjukkan pencocokan impedansi sempurna tanpa daya pantul. Nilai VSWR yang lebih tinggi menunjukkan ketidakcocokan yang lebih besar dan lebih banyak daya yang dipantulkan.
Rumus Utama VSWR
VSWR dapat dihitung dari berbagai parameter berbeda. Berikut adalah tiga rumus yang paling sering digunakan:
1 Dari Koefisien Pemantulan (Γ)
Rumus ini menghitung VSWR langsung dari besaran koefisien pemantulan (|Γ|), yang mewakili rasio amplitudo gelombang pantul terhadap gelombang datang.
2 Dari Daya Maju dan Daya Pantul
Rumus ini memungkinkan Anda menghitung VSWR dari tingkat daya yang diukur menggunakan kopler arah atau wattmeter daya.
3 Dari Impedansi Beban dan Impedansi Karakteristik
Rumus ini menghitung VSWR berdasarkan ketidakcocokan impedansi antara beban dan impedansi karakteristik jalur transmisi.
💡 Referasi Cepat
- |Γ| = Besaran Koefisien Pemantulan
- Pf = Daya Maju (Watt)
- Pr = Daya Pantul (Watt)
- ZL = Impedansi Beban (Ohm)
- Z0 = Impedansi Karakteristik (Ohm)
Mengapa VSWR Itu Penting?
VSWR yang tinggi dapat memiliki beberapa konsekuensi negatif dalam sistem RF:
- Pengiriman Daya Berkurang: Daya pantul adalah daya yang tidak mencapai beban yang dimaksudkan (misalnya, antena). Hal ini mengakibatkan kekuatan sinyal yang ditransmisikan lebih rendah.
- Kerusakan Pemancar: Daya pantul kembali ke pemancar, yang dapat menyebabkan pemanasan berlebih dan, dalam kasus parah, kerusakan permanen pada amplifier daya keluaran. Banyak pemancar modern memiliki sirkuit perlindungan yang mengurangi daya keluaran ketika VSWR tinggi terdeteksi.
- Distorsi Sinyal: VSWR tinggi dapat mendistorsi sinyal, yang menjadi masalah khusus untuk skema modulasi digital, mengakibatkan tingkat kesalahan bit yang lebih tinggi.
Grafik Referensi VSWR
Tabel referensi cepat untuk nilai VSWR umum dan Kehilangan Balik serta persentase Daya Pantul yang bersesuaian.
| VSWR | Kehilangan Balik (dB) | Daya Pantul (%) | Performa |
|---|---|---|---|
| 1.0:1 | Tak Terhingga | 0% | Sempurna |
| 1.1:1 | 26.44 | 0.23% | Sangat Baik |
| 1.2:1 | 20.83 | 0.83% | Sangat Baik |
| 1.3:1 | 17.69 | 1.7% | Sangat Bagus |
| 1.5:1 | 13.98 | 4.0% | Bagus |
| 1.7:1 | 11.73 | 6.7% | Dapat Diterima |
| 2.0:1 | 9.54 | 11.1% | Sedang |
| 3.0:1 | 6.02 | 25.0% | Buruk |
| 5.0:1 | 3.52 | 44.4% | Sangat Buruk |







