Kalkulator Energi Kapasitor

Hitung energi yang tersimpan dalam kapasitor menggunakan rumus E = ½CV². Gunakan alat interaktif kami untuk memvisualisasikan hubungan eksponensial antara tegangan dan energi listrik.

Hitung Energi Tersimpan

Energi Tersimpan (E) 7,2 mJ

dalam Joule (J)

Berdasarkan rumus tersebut:E = ½ * C * V²

Memahami Konsep

Kapasitor menyimpan energi dalam medan listrik. Bagian ini menguraikan komponen-komponen kunci dari perhitungan tersebut.

Energi yang tersimpan dalam kapasitor adalah energi potensial yang berada di dalam medan listrik di antara pelat-pelat konduktifnya. Ketika tegangan diterapkan pada kapasitor, muatan listrik terakumulasi pada pelat-pelat tersebut—muatan positif pada satu pelat dan muatan negatif pada pelat lainnya. Usaha harus dilakukan untuk memindahkan muatan-muatan ini melawan medan listrik, dan usaha ini disimpan sebagai energi potensial listrik.

Energi yang tersimpan ini dapat dilepaskan dengan cepat, itulah sebabnya kapasitor sangat penting dalam aplikasi seperti lampu kilat kamera, penstabil tegangan catu daya, dan sistem cadangan energi. Jumlah energi yang dapat disimpan oleh kapasitor berbanding lurus dengan kapasitansinya dan kuadrat tegangan yang diberikan padanya.

Visualisasi Interaktif

Lihat bagaimana tegangan memengaruhi energi yang tersimpan secara real-time. Sesuaikan penggeser untuk melihat hubungan eksponensial yang dijelaskan oleh rumus E = ½CV².

μF
Energi yang dihitung 7,2 mJ

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Satuan standar (SI) untuk energi adalah Joule (J). Terlepas dari satuan yang digunakan untuk kapasitansi atau tegangan dalam perhitungan, energi yang dihasilkan biasanya dikonversi ke Joule untuk konsistensi.

Faktor ½ berasal dari fakta bahwa tegangan di seluruh kapasitor meningkat dari 0 ke nilai akhirnya V saat pengisian. Energi yang tersimpan adalah integral tegangan terhadap muatan (∫V dq). Karena V = Q/C, ini menjadi ∫(Q/C) dQ, yang nilainya adalah Q²/2C. Dengan mensubstitusikan Q = CV, diperoleh ½CV². Pada dasarnya, energi didasarkan pada tegangan rata-rata selama proses pengisian (V/2), bukan tegangan akhir.

Idealnya, ya. Namun, kapasitor di dunia nyata memiliki resistansi "kebocoran" internal, yang menyebabkan muatan yang tersimpan perlahan-lahan hilang seiring waktu, sehingga mengakibatkan hilangnya energi secara bertahap. Laju kebocoran bergantung pada kualitas dan jenis material dielektrik kapasitor. Kapasitor berkualitas tinggi dapat menyimpan muatan untuk waktu yang sangat lama.

Dibuat untuk tujuan pendidikan dan pengembangan bagi para penggemar elektronik dan mahasiswa.

Alat PCB Terkait

Scroll to Top

Penawaran Seketika

Instant Quote